Home / Toturial Program

Selasa, 15 September 2020 - 11:28 WIB

Petunjuk Pengisian SPT 1770S

Cara Pengisian SPT 1770S

Cara Pengisian SPT 1770S

Cara Isi dan Lapor SPT Tahunan Pajak 1770 S via Aplikasi e-Filing

  1. Buka situs https://djponline.pajak.go.id atau efiling.pajak.go.id

2. Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), password yang Anda buat saat daftar akun DJP Online

3. Masukkan juga kode keamanan (captcha)

4. Lalu klik “Login

5. Pilih layanan “e-Filing

6. Pilih atau klik “Buat SPT

7. Ikuti panduan pengisian e-Filing dengan menjawab beberapa pertanyaan sebelum masuk ke SPT 1770 S

  • Apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas? Pilih jawaban “Tidak”
  • Apakah Anda seorang Suami atau Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau pisah harta? Pilih jawaban “Tidak”
  • Apakah penghasilan bruto yang Anda peroleh selama setahun kurang dari Rp60 juta? Pilih jawaban “Tidak”
  • Anda dapat menggunakan formulir 1770 S, pilihlah form yang akan digunakan. Jika Anda sudah tahu cara mengisi formulir 1770 S, maka Anda bisa pilih jawaban “Dengan Bentuk Formulir”. Tapi bila Anda ingin dipandu dan dipermudah bentuk tampilan pengisiannya, pilih jawaban “Dengan Panduan.”

8. Jika memilih “Dengan Panduan,” klik SPT 1770 S dengan panduan

9. Setelah itu, melakukan pengisian e-Filing 1770 S

  • Dimulai dengan mengisi data formulir tahun pajak, contohnya 2018.
  • Selanjutnya status SPT, contoh pilih status SPT Normal bila Anda baru pertama kali lapor pajak tahun 2018. Jika sudah pernah, dan ingin ada pembetulan, maka pilih pembetulan, lalu mengisi kolom pembetulan ke berapa.

10. Klik langkah berikutnya

11. Isi daftar pemotongan atau pemungutan PPh oleh pihak lain dan PPh yang ditanggung pemerintah. Bukti potong pajak yang sudah Anda siapkan, tinggal tambahkan saja ke daftar tersebut. Isi nama dan NPWP pemotong atau pemungut pajak, nomor dan tanggal bukti pemotongan atau pemungutan, jenis pajak, dan jumlah PPh yang dipotong atau dipungut.

12. Masuk ke bagian bukti potong baru. Bukti potong pajak yang tertera di lembaran 1721 A1 bagi pegawai swasta, atau PNS 1721 A2, tinggal dimasukkan saja sesuai kolomnya.

  • Bila Anda mengisi penghasilan dari pekerjaan, pilih Pasal 21 di kolom Jenis Pajak.
  • Kemudian isi NPWP pemberi kerja (perusahaan tempat Anda bekerja atau bendahara). Kalau NPWP itu benar, maka nama perusahaan atau bendahara akan muncul secara otomatis di kolom Nama Pemotong atau Pemungut Pajak.
  • Isi nomor bukti, tanggal bukti pemotongan atau pemungutan, dan jumlah PPh yang dipotong atau dipungut.
Baca Juga :  Tindak Pidana Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi

13. Setelah selesai, klik tombol simpan dan akan ditampilkan ringkasan pemotongan pajak Anda

14. Klik langkah berikutnya

15. Masukkan jumlah penghasilan neto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan

16. Klik langkah berikutnya

17. Masukkan penghasilan dalam negeri, bila ada. Contohnya penghasilan dari sewa kontrakan, bunga deposito, dan lainnya

18. Klik langkah berikutnya

19. Mengisi atau menjawab pertanyaan, “Apakah Anda memiliki penghasilan luar negeri?” Jika ya, disebutkan penghasilannya, dan jika tidak klik langkah berikutnya

20. Masukkan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, bila ada. Misalnya warisan senilai Rp10 juta, dan lainnya.

21. Setelah selesai, klik langkah berikutnya

22. Masukkan penghasilan yang telah dipotong PPh Final, bila ada. Klik di tombol tambah, lalu isi. Contohnya hadiah undian senilai Rp20 juta, telah dipotong PPh Final 25% berarti Rp5 juta. Jika sudah mengisi, klik simpan.

23. Klik langkah berikutnya

24. Selanjutnya memasukkan harta yang Anda miliki dengan menjawab dulu pertanyaan apakah Anda memiliki harta?

  • Jika ya, masukkan harta satu persatu dengan klik tombol tambah. Contoh Anda punya sepeda motor, isi kode harta, nama harta (merek motor), tahun perolehan, harga, dan keterangan (pelat nomor, nomor BPKB).
  • Jika Anda sudah pernah mengisi daftar harta di e-Filing, Anda dapat menampilkan lagi dengan klik “Harta pada SPT Tahun Lalu.”

25. Klik langkah berikutnya

26. Tambahkan utang yang Anda miliki, misalnya sisa kredit motor.

  • Isi kode utang, nama pemberi pinjaman, alamat, tahun peminjaman, dan jumlah utang. Lalu klik simpan.
  • Bila sudah pernah melaporkan daftar utang di e-Filing, Anda bisa menampilkan kembali dengan memilih “Utang pada SPT Tahun Lalu.”

27. Tambahkan tanggungan yang Anda miliki.

  • Kalau sudah pernah melaporkan daftar tanggungan di e-Filing, Anda dapat menampilkan kembali dengan pilih “Tanggungan pada SPT Tahun Lalu.”
  • Jika punya tanggungan baru, masukkan di daftar tanggungan dengan klik tambah. Isi nama, NIK, hubungan keluarga, dan pekerjaan.

28. Klik langkah berikutnya

29. Isi zakat atau sumbangan keagamaan wajib yang Anda bayarkan ke lembaga pengelola yang disahkan pemerintah. Misalnya ke Baznas

30. Klik langkah berikutnya

31. Masuk ke bagian status kewajiban perpajakan suami istri.

  • Isi status perkawinan, status kewajiban perpajakan suami, misal wajib pajak adalah kepala keluarga dan istri tidak bekerja.
  • Lalu pilih golongan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Anda. Bila Anda telah berkeluarga tanpa tanggungan, pilih Kawin/K dan kolom sebelahnya 0.
  • Perhatikan kewajiban perpajakan secara terpisah dengan suami atau istri (MT), hidup berpisah (HB), atau melakukan perjanjian pemisahan harta (PH).
Baca Juga :  Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 110/PMK.03/2020

32. Klik langkah berikutnya

33. Isi pengembalian atau pengurangan PPh Pasal 24 dari penghasilan luar negeri, bila ada.

34. Klik langkah berikutnya

35. Isi pembayaran PPh Pasal 25 dan Pokok SPT PPh Pasal 25, bila ada. Jika tidak ada, kosongkan, dan klik langkah berikutnya

36. Masuk ke bagian perhitungan Pajak Penghasilan (PPh).

  • Di tahap ini akan ditampilkan perhitungan PPh dan SPT Anda berdasarkan data yang Anda masukkan di langkah-langkah sebelumnya. Status SPT akan terlihat di bagian bawah apakah Nihil, Kurang Bayar, atau Lebih Bayar
  • Periksa kembali data tersebut. Jika sudah sesuai, klik langkah berikutnya

37. Di bagian selanjutnya, akan ditampilkan:

  • Jika status SPT Anda kurang bayar, akan muncul pertanyaan sudahkah Anda melakukan pembayaran? Jika belum, klik jawaban belum.
  • Jika sudah membayar, klik jawaban sudah. Kemudian masukkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan tanggal bayar sesuai bukti pembayaran
  • Bila Anda tidak memiliki kewajiban PPh Pasal 25, klik langkah berikutnya

38. Tahapan selanjutnya konfirmasi. Muncul pernyataan, yang harus dijawab dengan klik setuju atau agree.

39. Klik langkah berikutnya

40. Setelah itu muncul ringkasan SPT Anda dan pengambilan kode verifikasi.

  • Klik tulisan “Di Sini” untuk mengambil kode verifikasi.
  • Beri jawaban atas pertanyaan pengiriman kode verifikasi, lewat email atau nomor ponsel.
  • Cek email atau nomor ponsel, lalu masukkan kode verifikasi di kolom SPT
  • Selanjutnya klik “Kirim SPT”

41. SPT Anda sudah terkirim. Cek email untuk melihat Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) SPT Pajak Online atau e-Filing 1770 S.

Untuk Tutorial Vedionya Bisa Tonton di Bawah ini :

Baca Juga :

  1. Kewajiban Perpajakan Jasa Ekspedisi
  2. Kewajiban Perpajakan Jasa Konstruksi
  3. Perhitungan Pph Badan Omset Lebih Dari 4,8m Dan/Atau Omset Kurang Dari 50m Setahun
  4. Contoh Perhitungan Ppn Secara Jabatan
  5. Contoh Perhitungan Pengurangan Angsuran Pph Pasal 25 Tahun 2020
  6. Contoh Penghltungan Pph Pasal 21 Ditanggung Pemerintah
  7. Panduan Lengkap Perhitungan Pajak Penghasilan Pph 21 Untuk Pemula

Share :

%d blogger menyukai ini: