Home / Tutorial Pajak

Jumat, 20 Agustus 2021 - 23:05 WIB

Cara Mengisi SPT Tahunan Badan Terlengkap

Wajib Pajak, PPh 21/26, PPh 23,PPh 22,  PPh Final, PPh 25/29, PPh 15, PPh 4 ayat 2, & PPN

Wajib Pajak, PPh 21/26, PPh 23,PPh 22, PPh Final, PPh 25/29, PPh 15, PPh 4 ayat 2, & PPN

Tutorial Cara Mengisi SPT PPh Tahunan Badan Rupiah 2010

  1. Pertama-tama buka aplikasi eSPT terlebih dulu, lalu pilih menu yang ingin dibuka, selanjutnya , Login “”Username : Administrator””, dan “”Pasword : 123””, seperti tampilan gambar di bawah ini.

2. Toturial Mengisi SPT Tahunan Badan selanjutnya, Setelah Masuk, Pada tampilan layar, Terdapat 5 pilihan menu, Pilih Menu “Program”, lalu pilih “Buat SPT Baru”, kemudian pilih 2018, di kolom Tahun Pajak yang telah tersedia, seperti tampilan gambar di bawah ini.

3. PT PPh – Lampiran Khusus – Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal,, Buka Program – eSPT yang sudah dibuat , Isi SPT PPh klik Isi Lampiran Khusus kemudian Isi lampiran khusus penyusutan sesuai daftar penyusutan aset perusahaan.

4. Pilih menuBaru – untuk mulai menginput daftar penyusutan, isi penyusutan mulai dari Jenis Harta sampai Keterangan (Catatan) terkait harta tersebut, kemudian pilih – Simpan.

5. Isi secara manual jumlah penyusutan sesuai penghitungan penyusutan komersial, dalam hal metoda penyusutan yang digunakan sama-sama Garis Lurus misalnya, maka Jumlah Penyusutan Fiskal = Jumlah Penyusutan Komersial

6. Isi lampiran-lampiran ang telah di sediakan di Espt Badan

7. Isi Lampiran VI, Diisi dalam hal terdapat penyertaan modal/ Utang/ Piutang yang memenuhi kriteria adanya hubungan istimewa baik langsung maupun tidak langsung.

8. Isi Lampiran V, Diisi daftar pemegang saham dan pengurus

9. Pilih menu – baru – input data pemegang saham Isi lampiran V SPT Badan, sesuai Akte Perusahaan Perubahan Terbaru,

10. Pilih menu – baru – input data pengurus perusahaan disesuaikan dengan Akte terbaru Perusahaan,

Baca Juga :  Tutorial Pengisian SPT melalui e-Filing web

11. Isi Lampiran IV,

  1. Lampiran ini diisi dengan penghasilan-penghasilan tertentu yang dikenai PPh final baik melalui pemotongan oleh pihak lain atau dengan menyetor sendiri, termasuk penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto tertentu yang dikenai PPh Final beserta penghasilan-penghasilan tertentu yang tidak termasuk sebagai objek pajak yang diterima atau diperoleh dalam Tahun Pajak ini, sesuai dengan jumlah bruto atau nilai transaksinya.
  2. Wajib Pajak wajib memperlihatkan serta membuat daftar rincian bukti-bukti pemotongan/pembayaran pajaknya apabila diminta untuk keperluan pemeriksaan kewajiban pajak. Bagi Wajib Pajak yang emperoleh penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto tertentu yang dikenai
  3. PPh Final , wajib melampirkan rincian jumlah penghasilan dan pembayaran PPh Final per Masa Pajak dari masing-masing tempat usaha

12. Isi Lampiran III

  1. Lampiran ini diisi dengan rincian bukti pungut PPh Pasal 22 dan bukti potong PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26 yang telah dibayar melalui pemungutan/pemotongan pajak oleh pihak lain dan/atau yang pembayarannya dilakukan sendiri, atas penghasilan yang dikenai PPh tidak bersifat final yang diterima/diperoleh dan dilaporkan dalam SPT Tahunan Tahun Pajak ini.
  2. Pemotongan PPh Pasal 26 yang dapat dikreditkan dengan PPh terutang untuk Tahun Pajak yang bersangkutan adalah pemotongan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (5) Undang-Undang PPh.
  3. Lampiran ini diisi dengan rincian bukti pungut PPh Pasal 22 dan bukti potong PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26 yang telah dibayar melalui pemungutan/pemotongan pajak oleh pihak lain dan/atau yang pembayarannya dilakukan sendiri, atas penghasilan yang dikenai PPh tidak bersifat final yang diterima/diperoleh dan dilaporkan dalam SPT Tahunan Tahun Pajak ini.
  4. Pemotongan PPh Pasal 26 yang dapat dikreditkan dengan PPh terutang untuk Tahun Pajak yang bersangkutan adalah pemotongan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (5) Undang-Undang PPh.
Baca Juga :  Cara Pengisian eSPT PPh 23 Terlengkap

13. Isi Lampiran II, Lampiran ini diisi dengan perincian Harga Pokok Penjualan, Biaya Usaha Lainnya dan Biaya Dari Luar Usaha secara komersial

14. Isi Lampiran I,  Lampiran ini diisi sesuai laporan laba rugi komersial dan laporan fiskal

15. Isi SPT PPh Wajib Badan, diisi dengan jumlah pembayaran Angsuran PPh 25 januari s,d desember tahun yang bersangkutan, serta mengisi dasar pengenaan pajak penghasilan, dan dasar angsuran PPh 25 tahun berikutnya.

16. Isi Transkip Kutipan Element Laporan Keuangan

17. Isi Daftar Surat Setoran Pajak, Sesuai kode dan tanggal penyetoran

18. Selanjutnya pilihSPT Tools”, lalu klik untuk membuat “ Lapor Data SPT ke KPP”, pilih tahun pajak, masa pajak yang telah di input, dan pilih tampilkan data, selanjutnya pilih lokasi penyimpanan file, dan pilih Create File CSV.

19. Cetak SPT Untuk di arsipkan

Sekian Tutorial  Cara Mengisi SPT Tahunan Badan yang bisa saya bagikan ke pada rekan, semoga bermanfaat dan berguna

Agar tidak ketinggalan informasi Perpajakan bisa folow halaman Fb di link ini;

Baca Juga :

Share :

Baca Juga

cara pelaporan e-bupot

Tutorial Pajak

Cara Pelaporan PPh 23/26 Menggunakan e-Bupot
Solusi ETAX 40001

Tutorial Pajak

Solusi ETAX 40001
Kewajiban Perpajakan, Cara Pengisian eSPT Tahunan. Tarif Pajak Indonesia, PPh 23, PPh 22, PPh 21, PPh 4 ayat 2, PPh 26

Tutorial Pajak

Cara Pengisian eSPT PPh 4 ayat 2 Terlengkap

Tutorial Pajak

Solusi E-Faktur Error ETAX 40001
Kewajiban Perpajakan, Cara Pengisian eSPT Tahunan. Tarif Pajak Indonesia, PPh 23, PPh 22, PPh 21, PPh 4 ayat 2, PPh 26

PPH

Cara Mengisi SPT 21/e-SPT 21 Terlengkap
Kewajiban Perpajakan, Cara Pengisian eSPT Tahunan. Tarif Pajak Indonesia, PPh 23, PPh 22, PPh 21, PPh 4 ayat 2, PPh 26

Tutorial Pajak

Pengisian e-Filing 1770 S Lengkap dengan Panduan
Tutorial Pembuatan Kode Billing

Tutorial Pajak

Tutorial Pembuatan Kode Billing Untuk Pemula
Kewajiban Perpajakan, Cara Pengisian eSPT Tahunan. Tarif Pajak Indonesia, PPh 23, PPh 22, PPh 21, PPh 4 ayat 2, PPh 26

Tutorial Pajak

Cara Pengisian eSPT PPh 23 Terlengkap
%d blogger menyukai ini: