Home / Finansial

Minggu, 30 Agustus 2020 - 12:22 WIB

Sejarah dan Pengertian Akuntansi

Sejarah dan Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah seni untuk mencatat, meringkas, menganalisis, dan melaporkan data yang berkaitan dengan transaksi keuangan dalam bisnis atau perusahaan. Untuk praktisi dalam bidang ini disebut dengan akuntan.

Akuntansi sendiri juga telah disebut “bahasa bisnis”untuk  mengukur hasil kegiatan ekonomi dalam organisasi dan menyampaikan informasi ini kepada berbagai pihak, termasuk investor, kreditor, manajemen, dan regulator.

Sejarah ilmu akuntansi sudah berusia ribuan tahun dan dapat ditelusuri ke peradaban kuno.Perkembangan awalnya adalah pada Mesopotamia kuno dan terkait erat dengan perkembangan dalam penulisan, penghitungan dan sistem uang.

Ada juga bukti bentuk awal pembukuan berasal pada masa Iran kuno dan sistem audit berawal oleh penduduk Mesir dan Babilonia kuno.  Pada masa Kaisar Augustus, pemerintah Romawi juga memiliki akses ke informasi keuangan terperinci.

Pembukuan entri ganda dipelopori dalam komunitas Yahudi di Timur Tengah abad pertengahan awal dan selanjutnya disempurnakan di Eropa abad pertengahan.  Karya pertama tentang sistem pembukuan entri ganda diterbitkan di Italia, oleh Luca Pacioli yang dikenal sebagai bapak akuntansi.

Akuntansi mulai beralih ke profesi terorganisir pada abad kesembilanbelas dan membentuk badan bernama Institute of Chartered Accountants yang membawahi para profesional di Inggris pada tahun 1880.

Akuntansi merupakan terjemahan dari kata accounting, yang bila kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti menghitung. Akuntansi dalam dunia usaha bisa dikatakan sebagai bahasa bisnis karena hampir seluruh kegiatan bisnis didunia baik perorangan ataupun perusahaaan besar menggunakan akuntansi untuk menghitung serta untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan.

Akuntansi adalah suatu proses yang diawali dengan mencatat, mengelompokkan, mengolah serta menyajikan data, mencatat transaksi apapun yang berhubungan dengan keuangan sehingga informasi yang didapat tersebut digunakan oleh orang yang berkompeten dengan informasi tersebut, serta informasi tersebut sebagai bahan pengambilan suatu keputusan.

Dari uraian diatas, pengertian akuntansi adalah suatu kegiatan dalam mengidentfikasikan, menghitung, mengelompokkan dan menilai sebuah kejadian yang berhubungan dengan keuangan atau kegiatan yang dapat menghasilkan data kuantitatif serta data kualitatif terutama yang bersifat keuangan dan digunakan dalam pengambilan keputusan (Amin W. 1997).

Secara umum Akuntansi adalah sistem informasi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memberi laporan yang berhubungan dengan keuangan kepada pihak yang membutuhkan serta memberikan informasi tentang kondisi perusahaaan secara ekonomi.

Definisi Akuntansi Menurut Para Ahli 

Berbagai definisi serta pengertian akuntansi mewakili hal yang berbeda. Perbedaan ini terjadi karena para ahli yang mengemukakan mendalami bidang ilmu yang berbeda. Berikut beberapa definisi akuntansi menurut beberapa ahli:

Baca disini

a. Warren dkk (2005:10)

Secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.

b. Suparwoto L (1990 : 2)

Menyatakan bahwa akuntansi sebagai suatu system atau tehnik untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan memberikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak intern dan ekstern perusahaan. Pihak ekstern ini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh dan lain-lain.

c. Soemarsono S.R (2004)

Akuntansi merupakan suatu proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang memakai informasi tersebut.

d. S. Munawir (2005)

Akuntansi adalah sebuah seni daripada pencatatan, penggolongan dan peringkasan dari pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian dan setidak-tidaknya sebagaian sifatnya keuangan dengan cara yang secepat-cepatnya dan petunjuk atau dinyatakan dengan uang, dan penafsiran terhadap hal-hal yang timbul dari padanya.

Baca Juga :  Fungsi Jurnal Umum dalam Akuntansi

e. Sofyan Harahap (2005)

Akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil sebuah kesimpulan oleh para pemakainya.

f. Sunyanto (1999)

Akuntansi itu merupakan suatu tahapan proses pengumpulan, pengidentifikasian, pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian/pelaporan dari transaksi-transaksi keuangan serta penafsiran hasilnya guna pengambilan keputusan.

g. Paul Grady

Akuntansi ialah sebagai tubuh dari ilmu pengetahuan serta fungsi organisasi secara sistematis, autentik dan original dalam mencatat, mengklasifikasi, memproses, membuat ikhtisar, menganalisa, mengintepretasi semua transaksi dan kejadian serta karakters keuangan yang terjadi dalam operasional entitas akuntansi dengan tujuan menyediakan informasi yang berarti dibutuhkan manajemen sebagai laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterimanya.

h. Wilopo (2005)

Akuntansi adalah suatu proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

i. Winarno (2006)

Akuntansi ialah suatu proses mencatat dan mengolah data transaksi dan menyajikan sebuah informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan berkepentingan.

j. Bastian dan Suharjono (2006)

Menurut Committee on Terminology of The American Institute of Certified Public Accountants dalam buku Bastian dan Suharjono (2006), akuntansi merupakan seni mencatat, menggolongkan, dan mengikhtisarkan transaksi serta peristiwa yang sifatnya keuangan dengan suatu cara yang bermakna dan dalam satuan uang serta menginpretasikan hasil-hasilnya.

k. Sophar Lumbantoruan

Akuntansi adalah alat yang digunakan sebagai bahasa bisnis dimana informasi yang disampaikan hanya mampu dipahami jika mekanisme akuntansi sudah dimengerti.

l. Financial Accounting Standars Board (FASB)

Menyatakan bahwa akuntansi ialah sebuah kegiatan jasa yang fungsinya menyediakan informasi kuantitatif yang kemudian dipakai untuk pengambilan keputusan ekonomi.

m. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia

Akuntansi adalah teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan), dan semua aktivitasnya; hal yang berhubungan dengan akuntan; seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat sebuah transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.

n. Zaki Baridwan (2000)

Menyatakan bahwa akuntasi ialah sebuah aktivitas jasa, fungsinya yaitu memberikan data-data kuantitatif, utamanya yang mempunyai sifat keuangan, dari usaha ekonomi yang dapat dipakai dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dalam mempunyai alternatif-alternatif dalam suatu keadaan. 

Proses dalam Akuntansi 

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa akuntansi adalah proses yang berkaitan dengan keuangan apa pun yang terjadi dalam bisnis atau organisasi. Prosesnya terdiri dari mencatat, meringkas, menganalisa, dan melaporkan data. Jika Anda ingin tahu lebih jauh, berikut adalah penjelasan keempat proses tersebut.

a. Mencatat

Proses pertama dan yang paling penting dalam proses akuntansi adalah pencatatan transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Proses ini kerap disebut sebagai pembukuan yaitu mengenali transaksi dan memasukkannya ke dalam catatan. Pembukuan berkaitan dengan pencatatan saja. Di dalam akuntansi, biasanya pembukuan dilakukan untuk kepentingan pencatatan yang rinci dan menjadi laporan untuk menyajikan data sebagai laporan akhir keuangan.

b. Meringkas

Umumnya, data mentah adalah hasil pencatatan transaksi dan dianggap tidak terlalu penting. Data mentah ini tidak berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan. Namun, di sinilah peran akuntan untuk menggunakan data mentah, membaginya menjadi beberapa kategori, dan menerjemahkannya. Jadi, proses yang biasa terjadi adalah mencatat transaksi, lalu meringkasnya.

Baca Juga :  Pay Attention to the Warning Signs of Depression, Suicide Risk

c. Melaporkan

Setiap urusan yang terjadi di perusahaan adalah tanggung jawab manajemen. Setiap pemilik bisnis harus mengetahui berbagai operasi atau kegiatan yang terjadi di perusahaan dan bagaimana perusahaan tersebut menggunakan uang. Dalam hal ini, pemilik perusahaan akan menerima suatu laporan keuangan yang biasanya dikirimkan setiap bulanan. Sementara itu, ada juga laporan tahunan yang akan merangkum semua kinerja dalam perusahaan.

d. Menganalisa

Terakhir, menganalisa adalah proses akhir yang penting dalam akuntansi. Setelah merekam dan meringkas, tentunya Anda harus menarik kesimpulan. Di sinilah peran penting manajemen untuk memeriksa poin yang positif dan negatif. Dalam menganalisa semua ini, akuntansi memperkenalkan konsep perbandingan, di mana Anda bisa membandingkan penjualan, laba, ekuitas, dan lainnya untuk menentukan serta menganalisa kerja dan mengambil keputusan.

Dari banyaknya pengertian ilmu akuntansi, semuanya memiliki tujuan yang hampir sama di mana setiap tujuannya adalah memberikan laporan akurat yang berkaitan dengan masalah keuangan perusahaan. Akuntansi akan membantu Anda dalam menyajikan laporan secara detail mengenai pengeluaran dan pemasukan perusahaan sehingga dapat mengetahui keuntungan dan kerugian. Selain itu, penggunaan ilmu akuntansi juga akan membantu perusahaan untuk mengetahui karyawan yang melakukan kecurangan.

Baca Juga : Informasi Lainnya

Perkembangan Akuntansi di Indonesia

Seiring perkembangan ilmu akutansi yang terus berlanjut, Indonesia sendiri juga sudah membentuk Dewan standar akuntansi keuangan (DSAK) dibawah Ikatan Akuntan Indonesia atau IAI. Badan ini menentukan dan merancang setiap standar  yang nantinya harus dipatuhi oleh perusahaan negara dan swasta.

Pendekatan Indonesia terhadap adopsi standar IFRS atau International Financial Reporting Standards terus dilakukan untuk meminimalkan perbedaan perbedaan yang signifikan. IFRS sendiri adalah adalah standar dasaryang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional atau International Accounting Standards Board (IASB)

Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional  Internasional Accounting Standards Committee.

Saat ini, DSAK berkomitmen untuk mempertahankan selisih satu tahun dengan IFRS yang dikeluarkan oleh IASB sampai Indonesia memutuskan kapan akan digunakan untuk adopsi penuh.

Oleh karena itu, harapannya adalah untuk menyatukan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) dengan IFRS saat mereka berdiri pada tanggal 1 Januari 2014 diimplemantasikan pada tanggal 1 Januari 2015, lalu dengan IFRS saat  pada 1 Januari 2015 diimplementasikan pada 1 Januari 2016, dan seterusnya.

Kecuali ada alasan untuk tidak melakukan begitu. Misalnya, IFRS 9 tidak akan diadopsi sedikit demi sedikit; Indonesia sedang menunggu sampai semua fase selesai sebelum mempertimbangkan untuk mengadopsi seluruh standar yang berlaku.

Indonesia juga akan mempertimbangkan hasil dari penerapan gelombang pertama standar yang dihasilkan dari proses konvergensi sebelum standar baru dikembangkan.

Yurisdiksi ini juga akan menyediakan periode transisi tiga hingga empat tahun untuk standar baru, namun, Indonesia pada saat yang sama berusaha untuk menjaga kesenjangan antara tanggal efektif IFRS baru dan IFAS baru yang didasarkan pada pengimplementasian secepat mungkin.

Download Aplikasi Keuangan Gratis disini

Share :

Baca Juga

Mantrie.com

Finansial

Pengertian Jurnal Khusus Dalam Akuntansi

Finansial

Pay Attention to the Warning Signs of Depression, Suicide Risk

Bisnis

Technician Education Can Fuel Financial Success

Ekonomi

No Arms, No Legs, No Worries

Energi

Did You Know Your Eye Makeup Could Be Making You Sick?

Energi

Entrepreneurs Embrace In-House Fitness
Pengertian Piutang Usaha

Finansial

Pengertian dan Pencatatan Piutang Lain-Lain Dalam Akuntansi
Modal Usaha

Finansial

Tips-Tips Perencanaan Keuangan
%d blogger menyukai ini: