Home / Informasi Pajak

Minggu, 30 Agustus 2020 - 12:19 WIB

Pengertian Lengkap Buku Besar Secara Akuntansi

Pengertian Lengkap Tentang Buku Besar Dan Cara Membuatnya

Dalam proses akuntansi, membuat sebuah buku besar merupakan hal yang krusial. Pasalnya, buku besar atau ledger ini memuat berbagai akun untuk meringkas transaksi yang sudah dicatat pada jurnal. Namun, taukah Anda tentang pengertian buku besar secara keseluruhan?

Buku besar juga merupakan book of final entry (tahap catatan terakhir) dalam akuntansi. Sehingga, Anda harus memahami dengan benar mengenai pengertian buku besar dan cara untuk membuatnya.

Akun buku besar juga terkadang tidak mencerminkan data dengan rinci laiknya rekening utang, persediaan barang dagang, piutang, dan sebagainya. Lantas, apa definisi dari buku besar dan bagaimana proses pembuatannya? Sila simak informasi lengkapnya di bawah ini:

Pengertian Buku Besar

Pengertian buku besar adalah buku yang berisi perkiraan mengenai ikhtisar dari pengaruh transaksi keuangan akibat perubahan aktiva, kewajiban, maupun modal dalam perusahaan.

Dalam pengertian lain, buku besar juga merupakan alat yang dipakai untuk melakukan pencatatan beragam perubahan di sebuah akun karena adanya transaksi keuangan.

Jumlah perkiraan buku besar yang dibutuhkan oleh perusahaan tentu saja berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor yang meliputi jenis kegiatan, keuangan dan kekayaan perusahaan, informasi yang diperlukan perusahaan, serta volume transaksi.

Aktivitas mencatat buku besar disebut juga dengan posting. Buku besar merupakan pemindahan akun dari jurnal umum. Sehingga, posting dilakukan setelah membuat jurnal umum,

Dalam buku besar, akun-akunnya digolongkan dalam akun ril atau real account dan juga nominal account atau akun nominal. Akun ril merupakan akun yang ada pada neraca seperti hutang, aktiva, modal, dan kewajiban. Sedangkan akun nominal merupakan akun yang ada pada laporan laba rugi seperti akun beban dan pendapatan.

Dari ulasan di atas, fungsi dari buku besar dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Menjadi bahan dan informasi dalam penyusunan laporan keuangan.
  • Untuk dasar penggolongan dari transaksi yang sudah tercatat pada jurnal.
  • Untuk alat menggolongkan data keuangan dan bisa mengetahui jumlah maupun keadaan rekening atau akun.
  • Untuk alat meringkas data transaksi yang sudah tercatat di dalam jurnal umum.

Macam-Macam Buku Besar

Buku besar juga dapat dibedakan menjadi dua macam. Sila simak penjelasannya di poin-poin berikut ini:

Buku Besar Umum atau General Ledger

Buku besar umum merupakan segala perkiraan yang saling berdiri sendiri serta ada pada suatu periode tertentu laiknya piutang, kas, persediaan utang, dan juga modal. Buku ini merupakan ikhtisar pengaruh dari transaksi pada perubahan aktiva, modal dari perusahaan, serta kewajiban perusahaan.

Buku Besar Pembantu

Buku besar pembantu kerap disebut sebagai buku tambahan. Di dalamnya ada rekening-rekening yang secara khusus mencatat tentang piutang serta utang usaha dengan detail.

Terdapat dua jenis buku besar pembantu yang meliputi:

Buku Besar Pembantu Piutang usaha

Buku ini kerap disebut dengan buku piutang khusus yang merinci langganan kredit, dimana lokasi, berapa jumlah transaksi, serta pada siapa saja perusahaan melakukan transaksi penjualan dengan cara kredit.

Buku Besar Pembantu Utang

Buku ini kerap juga disebut dengan buku utang. Yang mana di dalamnya khusus mencatat tentang tiap pemasok dengan rinci. Termasuk di dalamnya mencatat siapa pemasok yang memberi pinjaman kredit serta jumlah utangnya sekaligus.

Buku Besar Kreditor atau Creditors Ledger

Jenis buku besar yang satu ini hanya mengumpulkan informasi dari satu jurnal saja yakni pembelian. Tujuan adanya creditors ledger supaya bisa memberi pengetahuan mengenai pada pemasok mana perusahaan berhutang uang serta jumlahnya.

Baca Juga :  Cara Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

Buku Besar Debitur atau Debtors Ledger

Cukup berbeda dengan buku besar umum, buku besar debitur ini hanya bisa mengumpulkan informasi dari jurnal penjualan saja. Tujuannya supaya bisa memberi pengetahuan mengenai pelanggan yang berutang dalam bisnis serta jumlahnya berapa.

Bentuk-Bentuk Buku Besar

Terdapat beberapa bentuk buku besar yang dapat dibuat. Beberapa diantaranya meliputi:

1. Buku Besar Berbentuk T

Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana serta paling kerap digunakan. Buku besar jenis ini digunakan untuk keperluan analisis transaksi serta untuk menjelaskan mekanisme penggunaan akun.

2. Buku Besar Berbentuk Skontro

Bentuk selanjutnya adalah skronto yang mana buku besar ini berbentuk dua kolom. Buku skronto merupakan bentuk T yang sudah lebih lengkap lagi.

3. Buku Besar Berbentuk Staffel

Buku besar ini memiliki bentuk halaman serta mempunyai lajur saldo. Ada dua jenis buku besar staffel yang meliputi buku besar 3 kolom yang mempunyai lajur saldo tunggal serta buku besar dengan 4 kolom yang mempunyai lajur saldo rangkap.

Cara Posting dari Jurnal ke Buku Besar

Cara memindahkan data dari jurnal umum dalam buku besar adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, Anda terlebih dahulu memindahkan tanggal kejadian pada jurnal umum dalam tanggal yang ada pada buku besar.
  2. Kedua, pindahkan juga jumlah debet dan jumlah kredit dalam kolom debet dan kredit dalam buku besar.
  3. Selanjutnya, masukkan nomor halaman dalam jurnal dalam kolom referensi dalam buku besar.
  4. Terakhir, pindahkan penjelasan dan keterangan singkat dalam jurnal umum dalam buku besar.

Cara Membuatnya

Agar lebih mudah membuat buku besar akuntansi, maka Anda dapat memakai Microsoft Excel . Tentu beserta dengan rumus excel yang biasa dipakai. Lantas, bagaimana cara membuatnya? Berikut langkah-langkahnya secara lengkap:

1. Tahap Persiapan

Proses pembuatan buku besar dilakukan apabila sudah selesai dalam mencatat semua transaksi pada buku jurnal entah transaksi pembelian, penjualan, pengeluaran, atau penerimaan kas yang lain.

Setelah itu, Anda bisa mulai membuat form buku besar. Sedangkan untuk menghitung serta memindahkan saldo dari buku jurnal, Anda dapat memakai fitur dan rumud pada MS. Excel. Bentuk form buku besar terdiri dari  tanggal, pos, debit, kredit, saldo (debit dan kredit).

2. Tahap Pembuatan pada MS. Excel

Langkah selanjutnya terdiri dari beberapa step yang terdiri dari:

  • Pada bagian teratas yakni nama akun atau rekening. Anda dapat memilihnya langsung pada list yang telah ada. Untuk membuatnya, Anda dapat menggunakan menu: “DataData ValidationData ValidationSetting” Setelah itu, pada menu Validation CriteriaAllow – Pilih list. Lalu Source – ambil data dari daftar rekening. Daftar rekening bisa dibuat dalam satu sheet dengan buku besar atau buat sheet tersendiri dengan memberi nama COA – Chart of account.

Sedangkan untuk membuat daftar dapat berdasar nama rekening atau akun atau kode rekening. Sila pilih sesuai keinginan.

  • Jumlahkan transaksi rekening pada sisi debit serta kredit dan hitung saldo rekening. Pada tugas ini, Anda dapat menggunakan rumus SUMIF. Saldo akan diperoleh dengan cara menghitung selisih dari saldo pada debit dengan kredit. Anda tinggal menyesuaikan dengan jenis akun.

BUKU BESAR (GENERAL LEDGER) adalah kumpulan dari beberapa akun yang dipakai dalam perusahaan, dan akun-akun tersebut harus disusun secara teratur sesuai dengan klasifikasi akun.

Akun-akun neraca diklasifikasikan sebagai akun-akun aset, liabilities dan ekuitas. Akun-akun yang dilaporkan dalam neraca yaitu aset, liabilities dan ekuitas sering juga disebut Akun Ril, sedangkan untuk akun yang dikelompokkan dalam perhitungan laba rugi yaitu pendapatan dan beban atau yang sering disebut dengan Akun Nominal. Setiap kelompok akun, masih bisa dikelompokkan ke dalam pos – pos akun sebagai berikut:

Baca Juga :  Komponen Dasar Biaya Persediaan

1. Aset (Assets)

Aset adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Kekayaaan ini dimiliki suatu perusahaan dengan jumlah yang cukup banyak. Oleh sebab itu, aset dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Aset lancar yaitu aset yang berupa uang tunai yang cepat menjadi uang atau menjadi biaya dalam waktu kurang dari 1 tahun. Contoh: Kas, Surat – surat berharga, Piutang dagang, Persediaan barang dagang, Pendapatan yang masih harus ditagihkan, Biaya yang dibayar di muka ( Sewa, Iklan, Asuransi ), Perlengkapan

Investasi jangka panjang yaitu investasi perusahaan ke perusahaan lainnya dalam bentuk saham atau obligasi untuk jangka waktu satu tahun. Kalau investasi dalam bentuk saham, biasanya untuk mengontrol perusahaan lain dan untuk mendapatkan keuntungan berupa dividen. sedangkan  investasi berupa saham bentuknya untuk mendapatkan bunga tetap.

Aset tetap yaitu aset yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat dipakai lebih dari satu tahun atau yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun yang berupa aset tetap berwujud. Nilai yang tercantum dalam Aset tetap adalah sebesar harga perolehan, walaupun jika aset tetap dipakai harganya tetap berkurang. Untuk berkurangnya aset tetap ini kita dapat menebutnya sebagai akumulasi penyusutan yang sifatnya mengurangi suatu harga perolehan aset tersebut. Contoh : Tanah, Gedung / Bangunan, Mesin, Truk / kendaraan

Aset tak berwujud Adalah aset yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dan tidak mempunyai bentuk fisik yang nampak. Nilai yang tercatat adalah sebesar harga perolehan, berkurangnya nilai aset tetap tak berwujut dapat dicatat langsung mengurangi harga perolehan aset tersebut. Contoh : Goodwill, Hak Patent, Trade Mark / Merk dagang

2. Liabilities / liabilitas

Adalah hutang perusahaan kepada pihak lain yang harus dibayar. Liabilities ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu:

Hutang jangka pendek adalah utang kepada pihak lain yang pembayarannya kurang dari satu tahun. Contohnya :

  1. Hutang Dagang : utang secara tertulis tanpa perjanjian diatas wesel
  2. Utang wesel / wesel bayar : utang tertulis dengan perjanjian diatas wesel
  3. Biaya-biaya yang masih harus dibayar : gaji, Listrik
  4. Pendapatan diterima dimuka : Sewa dibayar dimuka, bunga diterima dimuka

Hutang jangka panjang adalah hutang kepada pihak lain yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Contohnya :

  1. Hutang hipotik : hutang jangka panjang disertai dengan jaminan aktiva tetap tak bergerak.
  2. Hutang obligasi : hutang jangka panjang yang disertai surat pengakuan hutang dengan membayar bunga setiap waktu yang telah disepakati.
  3. Kredit investasi kecil
  4. Kredit ekuitas kerja permanen

3. Ekuitas pemilik (owner’s equity)

Adalah hak pemilik perusahaan yang ditanamkan dalam perusahaan

4. Pendapatan (revenues)

Adalah penghasilan yang diperoleh perusahaan selama satu periode akuntansi. Pendapatan ada 2 macam yaitu pendapatan usaha (pendapatan yang benar- benar merupakan pendapatan pokok usaha) dan pendapatan non usaha (pendapatan yang bukan pendapatan pokok usaha).

5. Beban (expenses)

Adalah biaya yang dikeluarkan selama satu periode akuntansi. beban ada dua macam yaitu: beban usaha (beban yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan pokok) dan beban non usaha (beban yang dikeluarkan bukan untuk mendaptkan penghasilan pokok).

Download Aplikasi Keuangan Gratis disini

Share :

Baca Juga

Kewajiban Perpajakan, Cara Pengisian eSPT Tahunan. Tarif Pajak Indonesia, PPh 23, PPh 22, PPh 21, PPh 4 ayat 2, PPh 26

Informasi Pajak

Subjek Pajak Orang Pribadi & Persyaratnya
Surat Ketetapan Pajak (SKP)

Informasi Pajak

Ketetapan Pajak (SKP) Bisa di ubah loe…??
Kewajiban Perpajakan, Cara Pengisian eSPT Tahunan. Tarif Pajak Indonesia, PPh 23, PPh 22, PPh 21, PPh 4 ayat 2, PPh 26

Informasi Pajak

Koreksi Fiskal Positif dan Negatif Laporan Laba Rugi
Piutang Usaha

Informasi Pajak

Pengertian dan Pencatatan Piutang Usaha Dalam Akuntansi
Kewajiban Perpajakan, Cara Pengisian eSPT Tahunan. Tarif Pajak Indonesia, PPh 23, PPh 22, PPh 21, PPh 4 ayat 2, PPh 26

Informasi Pajak

Pajak Tangguhan Menurut Perpajakan
Barang & Jasa Tidak Kena PPN 10%

Informasi Pajak

Barang dan Jasa Tidak Kena PPN, Yuk Pelajari di sini.

Informasi Pajak

Aspek Perpajakan Perushaan Ekspedisi
Piutang Usaha

Informasi Pajak

Perlakuan Leasing Dalam Perpajakan
%d blogger menyukai ini: